Firman Allah I :
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang
dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan
hanif (berpegang teguh pada kebenaran), dan sekalikali
ia bukanlah termasuk orang-orang yang
mempersekutukan (Tuhan).” (QS. An Nahl: 120).“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan
dengan Rabb mereka (sesuatu apapun)”. (QS. Al
Mu’minun: 59).
Husain bin Abdurrahman berkata: “Suatu ketika
aku berada di sisi Sa'id bin Zubair, lalu ia bertanya:
“siapa di antara kalian melihat bintang yang jatuh
semalam? kemudian aku menjawab: “aku”, kemudian
kataku: “ketahuilah, sesungguhnya aku ketika itu
tidak sedang melaksanakan shalat, karena aku
disengat kalajengking”, lalu ia bertanya kepadaku:
“lalu apa yang kau lakukan? aku menjawab: “aku
minta diruqyah (10)”, ia bertanya lagi: “apa yang
(10) Ruqyah, maksudnya di sini, ialah: penyembuhan dengan bacaan ayat ayat
Al qur’an atau doa doa.
Kitab Tauhid 28
mendorong kamu melakukan hal itu? aku menjawab:
“yaitu: sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Asy
Sya’by kepada kami”, ia bertanya lagi: “dan apakah
hadits yang dituturkan kepadamu itu? aku
menjawab: “dia menuturkan hadits kepada kami dari
Buraidah bin Hushaib:
“Tidak boleh Ruqyah kecuali karena ain (11) atau
terkena sengatan”.
Sa'id pun berkata: “sungguh telah berbuat baik
orang yang telah mengamalkan apa yang telah
didengarnya, tetapi Ibnu Abbas menuturkan hadits
kepada kami dari Rasulullah r, beliau bersabda:
(11) Ain, yaitu: pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang,
melalui pandangan matanya. Disebut juga penyakit mata.
Kitab Tauhid 29
“Telah diperlihatkan kepadaku beberapa umat, lalu
aku melihat seorang Nabi, bersamanya sekelompok
orang, dan seorang Nabi, bersamanya satu dan dua
orang saja, dan Nabi yang lain lagi tanpa ada
seorangpun yang menyertainya, tiba-tiba diperlihatkan
kepadaku sekelompok orang yang banyak jumlahnya,
aku mengira bahwa mereka itu umatku, tetapi
dikatakan kepadaku: bahwa mereka itu adalah Musa
dan kaumnya, tiba-tiba aku melihat lagi sekelompok
orang yang lain yang jumlahnya sangat besar, maka
dikatakan kepadaku: mereka itu adalah umatmu, dan
bersama mereka ada 70.000 (tujuh puluh ribu) orang
yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa disiksa
lebih dahulu." kemudian beliau bangkit dan masuk ke
dalam rumahnya, maka orang- orang pun
memperbincangkan tentang siapakah mereka itu?
Ada di antara mereka yang berkata: "barangkali
mereka itu orang-orang yang telah menyertai Nabi
dalam hidupnya, dan ada lagi yang berkata:
"barangkali mereka itu orang-orang yang dilakhirkan
dalam lingkungan Islam hingga tidak pernah
menyekutukan Allah dengan sesuatupun, dan yang
lainnya menyebutkan yang lain pula.
Kemudian Rasulullah r keluar dan merekapun
memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka
beliau bersabda: “Mereka itu adalah orang-orang yang
tidak pernah minta ruqyah, tidak melakukan
Kitab Tauhid 30
tathayyur (12) dan tidak pernah meminta lukanya
ditempeli besi yang dipanaskan, dan mereka pun
bertawakkal kepada tuhan mereka." kemudian
Ukasyah bin Muhshan berdiri dan berkata:
mohonkanlah kepada Allah agar aku termasuk
golongan mereka, kemudian Rasul bersabda: “ya,
engkau termasuk golongan mereka”, kemudian
seseorang yang lain berdiri juga dan berkata:
mohonkanlah kepada Allah agar aku juga termasuk
golongan mereka, Rasul menjawab: “Kamu sudah
kedahuluan Ukasyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kandungan bab ini:
1. Mengetahui adanya tingkatan-tingkatan
manusia dalam bertauhid.
2. Pengertian mengamalkan tauhid dengan
semurni-murninya.
3. Pujian Allah kepada Nabi Ibrahim, karena
beliau tidak pernah melakukan kemusyrikan.
4. Pujian Allah kepada tokoh para wali Allah (para
shahabat Rasulullah) karena bersihnya diri
mereka dari kemusyrikan.
5. Tidak meminta ruqyah, tidak meminta supaya
lukanya ditempeli dengan besi yang panas, dan
tidak melakukan tathayyur adalah termasuk
pengamalan tauhid yang murni.
6. Tawakkal kepada Allah adalah sifat yang
mendasari sikap tersebut.
(12) Tathayyur ialah: merasa pesimis, merasa bernasib sial, atau meramal nasib
buruk karena melihat burung, binatang lainnya atau apa saja.
Kitab Tauhid 31
7. Dalamnya ilmu para sahabat, karena mereka
mengetahui bahwa orang-orang yang
dinyatakan dalam hadits tersebut tidak akan
mendapatkan kedudukan yang demikian tinggi
kecuali dengan adanya pengamalan.
8. Semangatnya para sahabat untuk berlombalomba
dalam mengerjakan amal kebaikan.
9. Keistimewaan umat Islam dalam kwantitas dan
kwalitasnya.
10. Keutamaan para pengikut Nabi Musa.
11. Umat-umat terdahulu telah ditampakkan
kepada Nabi Muhammad r.
12. Setiap umat dikumpulkan sendiri-sendiri
bersama para Nabinya.
13. Sedikitnya orang-orang yang mengikuti
ajakan para Nabi.
14. Nabi yang tidak mempunyai pengikut
akan datang sendirian pada hari kiamat.
15. Manfaat dari pengetahuan ini adalah
tidak silau dengan jumlah yang banyak dan
tidak kecil hati dengan jumlah yang sedikit.
16. Diperbolehkan melakukan ruqyah
disebabkan terkena ain dan sengatan.
17. Luasnya ilmu para ulama salaf, hal itu
bisa diketahui dari ucapan Sa'id bin Zubair:
“Sungguh telah berbuat baik orang yang
mengamalkan apa yang telah didengarnya,
tetapi…”, dengan demikian jelaslah bahwa
hadits yang pertama tidak bertentangan dengan
hadits yang kedua.
Kitab Tauhid 32
18. Kemuliaan sifat para ulama salaf, karena
ketulusan hati mereka, dan mereka tidak
memuji seseorang dengan pujian yang dibuatbuat.
19. Sabda Nabi: “Engkau termasuk golongan
mereka” adalah salah satu dari tanda-tanda
kenabian Beliau.
20. Keutamaan Ukasyah.
21. Penggunaan kata sindiran (13).
22. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad r.
(13) Karena beliau bersabda kepada seseorang: “Kamu sudah kedahuluan
Ukasyah”, dan tidak bersabda kepadanya: “Kamu tidak pantas untuk
dimasukkan ke dalam golongan mereka”
Selasa, 20 Maret 2012
TAUHID [HAKIKAT DAN KEDUDUKANNYA
Firman Allah I :
“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan
hanya untuk beribadah (1) kepada-Ku.” (QS. Adz –
Dzariyat: 56 ).
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul
pada setiap umat (untuk menyerukan): “Beribadalah
kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut” (2) . (QS. An
– Nahl: 36).
(1 ) Ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah ta’ala dengan mentaati segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagaimana yang telah
disampaikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan inilah
hakekat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada
Allah semata, yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepada-Nya, dengan
penuh rasa rendah diri dan cinta.
Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun
batin, yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Dan suatu amal akan diterima
oleh Allah sebagai ibadah apabila diniati dengan ikhlas karena Allah
semata; dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
(2 ) Thoghut ialah : setiap yang diagungkan - selain Allah – dengan disembah,
ditaati, atau dipatuhi ; baik yang diagungkan itu berupa batu, manusia
ataupun setan.
Kitab Tauhid 13
“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu
jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan
hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu
dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara
keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut
dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”
dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua
dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: “Wahai
Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana
mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."(QS.
Al – Isra’: 23-24).
Menjauhi thoghut berarti mengingkarinya, tidak menyembah dan
memujanya, dalam bentuk dan cara apapun.
Kitab Tauhid 14
“Katakanlah (Muhammad) marilah kubacakan apa
yang diharamkan kepadamu oleh Tuhanmu, yaitu
“Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan
Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu,
dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu
karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki
kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu
mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang
nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan
janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan
Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu
(sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan
oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami
(nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim,
kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga
sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan
timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban
kepada seseorang melainkan sekedar
kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka
hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun dia adalah
kerabat(mu). Dan penuhilah janji Allah. Yang demikian
Kitab Tauhid 15
itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.
Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-
Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu
mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu
mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar
kamu bertakwa.” ( QS. Al An’am: 151-153).
Ibnu Mas’ud t berkata: “Barang siapa yang ingin
melihat wasiat Muhammad r yang tertera di atasnya
cincin stempel milik beliau, maka supaya membaca
firman Allah I : “Katakanlah ( Muhammad ) marilah
kubacakan apa yang diharamkan kepadamu oleh
Tuhanmu, yaitu “Janganlah kamu berbuat syirik
sedikitpun kepadaNya, dan “Sungguh inilah jalan-Ku
berada dalam keadaan lurus, maka ikutilah jalan
tersebut, dan janganlah kalian ikuti jalan-jalan yang
lain. (3) ”
Mu’adz bin Jabal t berkata;
“Aku pernah diboncengkan Nabi r di atas keledai,
kemudian beliau berkata kepadaku: “wahai Muadz,
(3 ) Atsar ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Abi Hatim.
Kitab Tauhid 16
tahukah kamu apakah hak Allah yang harus dipenuhi
oleh hamba-hamba-Nya, dan apa hak hamba-hamba-
Nya yang pasti dipenuhi oleh Allah? Aku menjawab:
“Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”,
kemudian beliau bersabda: “Hak Allah yang harus
dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya
mereka beribadah kepada-Nya dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, sedangkan
hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah
bahwa Allah tidak akan menyiksa orang-orang yang
tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, lalu
aku bertanya: "ya Rasulullah, bolehkah aku
menyampaikan berita gembira ini kepada orangorang?
beliau menjawab: “Jangan engkau lakukan itu,
karena khawatir mereka nanti bersikap pasrah.” (HR.
Bukhari, Muslim).
Pelajaran penting yang terkandung dalam bab ini:
1. Hikmah diciptakannya jin dan manusia oleh
Allah I.
2. Ibadah adalah hakekat (tauhid), sebab
pertentangan yang terjadi antara Rasulullah r
dengan kaumnya adalah dalam masalah tauhid
ini.
3. Barangsiapa yang belum merealisasikan tauhid
ini dalam hidupnya, maka ia belum beribadah
(menghamba) kepada Allah I. inilah
sebenarnya makna firman Allah:
áÇÌÈßç7ôãr&!$tBtbrßÎ7»tãóOçFRr&Iwurâ
Kitab Tauhid 17
“Dan sekali-kali kamu sekalian bukanlah
penyembah (Tuhan) yang aku sembah.” (QS. Al
Kafirun: 3).
4. Hikmah diutusnya para Rasul [adalah untuk
menyeru kepada tauhid, dan melarang
kemusyrikan].
5. Misi diutusnya para Rasul itu untuk seluruh
umat.
6. Ajaran para Nabi adalah satu, yaitu tauhid
[mengesakan Allah I saja].
7. Masalah yang sangat penting adalah: bahwa
ibadah kepada Allah I tidak akan terealisasi
dengan benar kecuali dengan adanya
pengingkaran terhadap thaghut.
Dan inilah maksud dari firman Allah I :
“Barang siapa yang mengingkari thaghut dan
beriman kepada Allah, maka ia benar-benar
telah berpegang teguh kepada tali yang paling
kuat.” (QS. Al Baqarah: 256).
8. Pengertian thaghut bersifat umum, mencakup
semua yang diagungkan selain Allah I.
9. Ketiga ayat muhkamat yang terdapat dalam
surat Al An’am menurut para ulama salaf
penting kedudukannya, di dalamnya ada 10
pelajaran penting, yang pertama adalah
larangan berbuat kemusyrikan.
Kitab Tauhid 18
10. Ayat-ayat muhkamat yang terdapat
dalam surat Al Isra mengandung 18 masalah,
dimulai dengan firman Allah;
“Janganlah kamu menjadikan bersama Allah
sesembahan yang lain, agar kamu tidak menjadi
terhina lagi tercela.” (QS. Al Isra’: 22).
Dan diakhiri dengan firmanNya: “Dan janganlah kamu menjadikan bersama
Allah sesembahan yang lain, sehingga kamu
(nantinya) dicampakkan ke dalam neraka
Jahannam dalam keadaan tercela, dijauhkan
(dari rahmat Allah).” (QS. Al Isra’: 39).
Dan Allah mengingatkan kita pula tentang
pentingnya masalah ini, dengan firman-Nya:
“Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan
Tuhanmu kepadamu.” (QS. Al Isra’: 39).
11. Satu ayat yang terdapat dalam surat An–
Nisa’, disebutkan di dalamnya 10 hak, yang
pertama Allah memulainya dengan firman-Nya:
Kitab Tauhid 19
“Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah
(saja), dan janganlah kamu mempersekutukan-
Nya dengan sesuatu pun.” (QS. An Nisa’: 36 ).
12. Perlu diingat wasiat Rasulullah r di saat
akhir hayat beliau.
13. Mengetahui hak-hak Allah yang wajib
kita laksanakan.
14. Mengetahui hak-hak hamba yang pasti
akan dipenuhi oleh Allah apabila mereka
melaksanakannya.
15. Masalah ini tidak diketahui oleh sebagian
besar para sahabat (4).
16. Boleh merahasiakan ilmu pengetahuan
untuk maslahat.
17. Dianjurkan untuk menyampaikan berita
yang menggembirakan kepada sesama muslim.
18. Rasulullah r merasa khawatir terhadap
sikap menyandarkan diri kepada keluasan
rahmat Allah.
19. Jawaban orang yang ditanya, sedangkan
dia tidak mengetahui adalah: “Allah dan Rasul-
Nya yang lebih mengetahui.
(4) Tidak diketahui oleh sebagian besar para sahabat, karena Rasulullah r
menyuruh Muadz agar tidak memberitahukannya kepada meraka, dengan
alasan beliau khawatir kalau mereka nanti akan bersikap menyandarkan
diri kepada keluasan rahmat Allah. Sehingga tidak mau berlomba-lomba
dalam mengerjakan amal shaleh. Maka Mu’adz pun tidak memberitahukan
masalah tersebut, kecuali di akhir hayatnya dengan rasa berdosa. Oleh
sebab itu, di masa hidup Mu’adz masalah ini tidak diketahui oleh
kebanyakan sahabat.
Kitab Tauhid 20
20. Diperbolehkan memberikan ilmu kepada
orang tertentu saja, tanpa yang lain.
21. Kerendahan hati Rasulullah r, sehingga
beliau hanya naik keledai, serta mau
memboncengkan salah seorang dari
sahabatnya.
22. Boleh memboncengkan seseorang di atas
binatang, jika memang binatang itu kuat.
23. Keutamaan Muadz bin Jabal.
24. Tauhid mempunyai kedudukan yang
sangat penting.
“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan
hanya untuk beribadah (1) kepada-Ku.” (QS. Adz –
Dzariyat: 56 ).
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul
pada setiap umat (untuk menyerukan): “Beribadalah
kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut” (2) . (QS. An
– Nahl: 36).
(1 ) Ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah ta’ala dengan mentaati segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagaimana yang telah
disampaikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan inilah
hakekat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada
Allah semata, yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepada-Nya, dengan
penuh rasa rendah diri dan cinta.
Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun
batin, yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Dan suatu amal akan diterima
oleh Allah sebagai ibadah apabila diniati dengan ikhlas karena Allah
semata; dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
(2 ) Thoghut ialah : setiap yang diagungkan - selain Allah – dengan disembah,
ditaati, atau dipatuhi ; baik yang diagungkan itu berupa batu, manusia
ataupun setan.
Kitab Tauhid 13
“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu
jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan
hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu
dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara
keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut
dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”
dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua
dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: “Wahai
Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana
mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."(QS.
Al – Isra’: 23-24).
Menjauhi thoghut berarti mengingkarinya, tidak menyembah dan
memujanya, dalam bentuk dan cara apapun.
Kitab Tauhid 14
“Katakanlah (Muhammad) marilah kubacakan apa
yang diharamkan kepadamu oleh Tuhanmu, yaitu
“Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan
Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu,
dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu
karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki
kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu
mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang
nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan
janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan
Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu
(sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan
oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami
(nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim,
kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga
sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan
timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban
kepada seseorang melainkan sekedar
kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka
hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun dia adalah
kerabat(mu). Dan penuhilah janji Allah. Yang demikian
Kitab Tauhid 15
itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.
Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-
Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu
mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu
mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar
kamu bertakwa.” ( QS. Al An’am: 151-153).
Ibnu Mas’ud t berkata: “Barang siapa yang ingin
melihat wasiat Muhammad r yang tertera di atasnya
cincin stempel milik beliau, maka supaya membaca
firman Allah I : “Katakanlah ( Muhammad ) marilah
kubacakan apa yang diharamkan kepadamu oleh
Tuhanmu, yaitu “Janganlah kamu berbuat syirik
sedikitpun kepadaNya, dan “Sungguh inilah jalan-Ku
berada dalam keadaan lurus, maka ikutilah jalan
tersebut, dan janganlah kalian ikuti jalan-jalan yang
lain. (3) ”
Mu’adz bin Jabal t berkata;
“Aku pernah diboncengkan Nabi r di atas keledai,
kemudian beliau berkata kepadaku: “wahai Muadz,
(3 ) Atsar ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Abi Hatim.
Kitab Tauhid 16
tahukah kamu apakah hak Allah yang harus dipenuhi
oleh hamba-hamba-Nya, dan apa hak hamba-hamba-
Nya yang pasti dipenuhi oleh Allah? Aku menjawab:
“Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”,
kemudian beliau bersabda: “Hak Allah yang harus
dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya
mereka beribadah kepada-Nya dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, sedangkan
hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah
bahwa Allah tidak akan menyiksa orang-orang yang
tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, lalu
aku bertanya: "ya Rasulullah, bolehkah aku
menyampaikan berita gembira ini kepada orangorang?
beliau menjawab: “Jangan engkau lakukan itu,
karena khawatir mereka nanti bersikap pasrah.” (HR.
Bukhari, Muslim).
Pelajaran penting yang terkandung dalam bab ini:
1. Hikmah diciptakannya jin dan manusia oleh
Allah I.
2. Ibadah adalah hakekat (tauhid), sebab
pertentangan yang terjadi antara Rasulullah r
dengan kaumnya adalah dalam masalah tauhid
ini.
3. Barangsiapa yang belum merealisasikan tauhid
ini dalam hidupnya, maka ia belum beribadah
(menghamba) kepada Allah I. inilah
sebenarnya makna firman Allah:
áÇÌÈßç7ôãr&!$tBtbrßÎ7»tãóOçFRr&Iwurâ
Kitab Tauhid 17
“Dan sekali-kali kamu sekalian bukanlah
penyembah (Tuhan) yang aku sembah.” (QS. Al
Kafirun: 3).
4. Hikmah diutusnya para Rasul [adalah untuk
menyeru kepada tauhid, dan melarang
kemusyrikan].
5. Misi diutusnya para Rasul itu untuk seluruh
umat.
6. Ajaran para Nabi adalah satu, yaitu tauhid
[mengesakan Allah I saja].
7. Masalah yang sangat penting adalah: bahwa
ibadah kepada Allah I tidak akan terealisasi
dengan benar kecuali dengan adanya
pengingkaran terhadap thaghut.
Dan inilah maksud dari firman Allah I :
“Barang siapa yang mengingkari thaghut dan
beriman kepada Allah, maka ia benar-benar
telah berpegang teguh kepada tali yang paling
kuat.” (QS. Al Baqarah: 256).
8. Pengertian thaghut bersifat umum, mencakup
semua yang diagungkan selain Allah I.
9. Ketiga ayat muhkamat yang terdapat dalam
surat Al An’am menurut para ulama salaf
penting kedudukannya, di dalamnya ada 10
pelajaran penting, yang pertama adalah
larangan berbuat kemusyrikan.
Kitab Tauhid 18
10. Ayat-ayat muhkamat yang terdapat
dalam surat Al Isra mengandung 18 masalah,
dimulai dengan firman Allah;
“Janganlah kamu menjadikan bersama Allah
sesembahan yang lain, agar kamu tidak menjadi
terhina lagi tercela.” (QS. Al Isra’: 22).
Dan diakhiri dengan firmanNya: “Dan janganlah kamu menjadikan bersama
Allah sesembahan yang lain, sehingga kamu
(nantinya) dicampakkan ke dalam neraka
Jahannam dalam keadaan tercela, dijauhkan
(dari rahmat Allah).” (QS. Al Isra’: 39).
Dan Allah mengingatkan kita pula tentang
pentingnya masalah ini, dengan firman-Nya:
“Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan
Tuhanmu kepadamu.” (QS. Al Isra’: 39).
11. Satu ayat yang terdapat dalam surat An–
Nisa’, disebutkan di dalamnya 10 hak, yang
pertama Allah memulainya dengan firman-Nya:
Kitab Tauhid 19
“Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah
(saja), dan janganlah kamu mempersekutukan-
Nya dengan sesuatu pun.” (QS. An Nisa’: 36 ).
12. Perlu diingat wasiat Rasulullah r di saat
akhir hayat beliau.
13. Mengetahui hak-hak Allah yang wajib
kita laksanakan.
14. Mengetahui hak-hak hamba yang pasti
akan dipenuhi oleh Allah apabila mereka
melaksanakannya.
15. Masalah ini tidak diketahui oleh sebagian
besar para sahabat (4).
16. Boleh merahasiakan ilmu pengetahuan
untuk maslahat.
17. Dianjurkan untuk menyampaikan berita
yang menggembirakan kepada sesama muslim.
18. Rasulullah r merasa khawatir terhadap
sikap menyandarkan diri kepada keluasan
rahmat Allah.
19. Jawaban orang yang ditanya, sedangkan
dia tidak mengetahui adalah: “Allah dan Rasul-
Nya yang lebih mengetahui.
(4) Tidak diketahui oleh sebagian besar para sahabat, karena Rasulullah r
menyuruh Muadz agar tidak memberitahukannya kepada meraka, dengan
alasan beliau khawatir kalau mereka nanti akan bersikap menyandarkan
diri kepada keluasan rahmat Allah. Sehingga tidak mau berlomba-lomba
dalam mengerjakan amal shaleh. Maka Mu’adz pun tidak memberitahukan
masalah tersebut, kecuali di akhir hayatnya dengan rasa berdosa. Oleh
sebab itu, di masa hidup Mu’adz masalah ini tidak diketahui oleh
kebanyakan sahabat.
Kitab Tauhid 20
20. Diperbolehkan memberikan ilmu kepada
orang tertentu saja, tanpa yang lain.
21. Kerendahan hati Rasulullah r, sehingga
beliau hanya naik keledai, serta mau
memboncengkan salah seorang dari
sahabatnya.
22. Boleh memboncengkan seseorang di atas
binatang, jika memang binatang itu kuat.
23. Keutamaan Muadz bin Jabal.
24. Tauhid mempunyai kedudukan yang
sangat penting.
jati diri
Hanya amal yang dilandasi dengan tauhidullah,
menurut tuntunan Islam, yang akan menghantarkan
manusia kepada kehidupan yang baik dan
kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti.
Allah Ta’ala berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik
laki-laki maupun perempuan, sedang ia dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami
berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan
sesungguhnya akan kami beri balasan kepada
mereka dengan pahala yang lebih baik lagi dari apa
yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97).
menurut tuntunan Islam, yang akan menghantarkan
manusia kepada kehidupan yang baik dan
kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti.
Allah Ta’ala berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik
laki-laki maupun perempuan, sedang ia dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami
berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan
sesungguhnya akan kami beri balasan kepada
mereka dengan pahala yang lebih baik lagi dari apa
yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97).
Langganan:
Postingan (Atom)